Morgan Freeman Kecam Kloning Suaranya oleh AI: “Mereka Merampok Saya”
Morgan Freeman Kecam Kloning Suaranya oleh AI: “Mereka Merampok Saya”

Morgan Freeman Kecam Kloning Suaranya oleh AI: “Mereka Merampok Saya”

Aktor legendaris peraih Oscar, Morgan Freeman, meluapkan kemarahannya terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mampu meniru suaranya tanpa izin. Dalam wawancara bersama The Guardian, Freeman menyebut bahwa praktik kloning suara tanpa persetujuan adalah bentuk “perampokan digital” terhadap para aktor.

Ia menegaskan bahwa suaranya merupakan bagian dari hak kekayaan intelektual yang dilindungi hukum. “Saya seperti aktor lainnya, jangan meniru saya dengan ketidakaslian. Saya menerima bayaran untuk menggunakan suara saya secara profesional. Jadi, ketika seseorang menirunya tanpa izin, itu sama saja dengan merampok saya,” ujar Freeman dalam wawancara yang dikutip Mirror pada Selasa (11/11).

Langkah Hukum dan Ancaman Pelanggaran Hak Cipta

Pada usia 88 tahun, Freeman menegaskan bahwa tim hukumnya tengah menindaklanjuti sejumlah laporan terkait penyalahgunaan teknologi AI yang meniru suaranya tanpa persetujuan. Ia menyebut pengacaranya “sangat sibuk” karena banyaknya temuan pelanggaran tersebut. Menurutnya, replikasi suara dengan teknologi AI bukan sekadar eksperimen kreatif, tetapi bentuk pencurian terhadap karya dan profesi seseorang.

Morgan Freeman, yang dikenal luas berkat suara khasnya dalam film dan dokumenter seperti March of the Penguins, menegaskan bahwa kloning suara tanpa izin adalah pelanggaran serius. Ia menyebut suara tersebut sebagai aset penting yang menopang karier dan pendapatannya. Walau belum mengungkap di mana suara tiruannya digunakan, Freeman memastikan sejumlah pelaku telah dibawa ke jalur hukum.

Kritik terhadap Aktor AI “Tilly Norwood”

Selain mengecam praktik kloning suara, Freeman juga menyinggung munculnya fenomena “aktor AI”. Ia menanggapi keberadaan Tilly Norwood, karakter digital buatan perusahaan teknologi asal Belanda, Particle6, yang didirikan oleh aktor dan komedian Eline Van der Velde.

Tilly disebut sebagai “aktor AI pertama di dunia” dan resmi diumumkan pada September 2025. Namun, kehadirannya langsung menuai kecaman dari komunitas perfilman, termasuk aktris terkenal seperti Emily Blunt, Melissa Barrera, dan Simu Liu, serta organisasi besar seperti SAG-AFTRA (Screen Actors Guild-American Federation of Television and Radio Artists).

Menurut serikat aktor Amerika tersebut, Tilly bukanlah aktor, melainkan “karakter digital yang dilatih berdasarkan karya aktor profesional tanpa izin atau kompensasi.” Mereka menegaskan bahwa AI seperti ini mengancam pekerjaan aktor manusia dan menghapus unsur kemanusiaan dalam seni peran.

AI dan Masa Depan Dunia Akting

Freeman mengaku tidak terkejut dengan munculnya konflik antara aktor manusia dan teknologi AI. Ia menyebut bahwa “tidak ada yang menyukai Tilly karena dia tidak nyata.” Menurutnya, penonton menginginkan emosi dan pengalaman manusia yang autentik, sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh program komputer.

Sementara itu, Eline Van der Velde berusaha membela proyeknya dengan menyebut Tilly sebagai “karya seni digital”. Dalam pernyataan di Instagram, ia menegaskan bahwa AI bukan pengganti manusia, tetapi sekadar alat baru dalam industri hiburan, seperti animasi, boneka, atau CGI. Namun, argumen tersebut tidak menghentikan gelombang kritik yang menuduh proyeknya menodai etika seni peran.

Ancaman Nyata bagi Industri Kreatif

Kasus Morgan Freeman ini menjadi simbol peringatan bagi industri hiburan global. Perkembangan AI yang pesat memang membuka peluang besar, tetapi juga menimbulkan dilema hukum dan moral. Kloning suara, wajah, bahkan gaya akting tanpa izin bisa merugikan banyak seniman yang menggantungkan hidup dari identitas artistik mereka.

Freeman menutup pernyataannya dengan nada tegas, “Teknologi seharusnya membantu manusia, bukan mencuri dari mereka.” Pernyataan itu menjadi seruan keras agar dunia hiburan dan pemerintah lebih serius mengatur penggunaan AI sebelum teknologi ini benar-benar “merampok” kreativitas manusia.  Baca berita lain di sini.

Morgan Freeman Kecam Kloning Suaranya oleh AI: “Mereka Merampok Saya”