Kemenko PMK Luncurkan Platform “Bijak Cerdas Ber-AI”
Kemenko PMK Luncurkan Platform “Bijak Cerdas Ber-AI”

Kemenko PMK Luncurkan Platform “Bijak Cerdas Ber-AI”

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) resmi meluncurkan platform pembelajaran digital bertajuk “Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI” yang terbuka untuk umum. Melalui platform berbasis Massive Open Online Course (MOOC) ini, masyarakat bisa belajar menggunakan kecerdasan buatan (AI) secara bijak dan bertanggung jawab. Menteri Koordinator PMK, Pratikno, memperkenalkan platform tersebut dalam acara Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah 2026 di Depok. Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin membekali masyarakat, terutama anak, guru, dan orang tua, dengan pemahaman yang kuat agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengendalikan dan memanfaatkannya secara positif.

Pratikno menilai penggunaan AI saat ini sudah sangat masif dan hampir menyentuh seluruh aspek kehidupan. Banyak orang mengandalkan AI untuk belajar, bekerja, hingga mencari informasi sehari-hari. Namun ia mengingatkan, tanpa pemahaman yang benar, teknologi ini bisa membawa dampak negatif. Menurutnya, manusia yang menguasai AI dan dunia digital akan unggul dibanding mereka yang sama sekali tidak memanfaatkannya. Ia bahkan memperkirakan kecerdasan sistem AI saat ini setara IQ 135, melampaui rata-rata manusia cerdas. Karena itu, masyarakat harus belajar agar tetap mengendalikan teknologi, bukan dikendalikan olehnya.

Platform “Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI” dapat diakses melalui laman bijakcerdas.dicoding.com. Saat pertama kali masuk, pengguna akan memilih kategori usia atau peran, seperti anak, remaja, dewasa, guru, atau orang tua. Sistem kemudian menyesuaikan materi pembelajaran berdasarkan kategori tersebut. Pendekatan ini membuat peserta belajar lebih mudah memahami materi dan merasakan relevansinya. Anak-anak akan mendapatkan materi dasar tentang etika digital dan keamanan daring, sementara guru dan orang tua memperoleh panduan lebih mendalam tentang literasi AI, perlindungan data, serta cara mendampingi anak di dunia digital.

Membangun SDM Unggul di Tengah Gelombang Perubahan

Pratikno menekankan bahwa peluncuran platform ini merupakan bagian dari strategi besar membangun sumber daya manusia (SDM) unggul di tengah era disrupsi. Ia membagi tantangan disrupsi ke dalam dua kategori besar, yaitu disrupsi AI-digital dan perubahan iklim. Keduanya menuntut kesiapan pengetahuan, keterampilan, serta pola pikir adaptif. Menurutnya, robot dan sistem cerdas kini tidak hanya membantu pekerjaan fisik, tetapi juga mulai mengambil peran dalam proses berpikir dan pengambilan keputusan.

Lewat platform tersebut, Kemenko PMK menargetkan terciptanya ruang belajar yang inklusif dan ramah akses. Pemerintah berharap masyarakat tidak sekadar mengikuti tren teknologi, tetapi juga memahami etika, risiko, serta tanggung jawab yang menyertainya. Dengan literasi digital yang kuat, generasi muda Indonesia dapat bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kemanusiaan.

Peluncuran “Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI” menjadi langkah konkret pemerintah untuk memastikan masyarakat Indonesia siap menghadapi masa depan. Teknologi akan terus berkembang, tetapi kualitas manusia tetap menjadi faktor penentu arah kemajuan bangsa. Baca berita lain disini.

Kemenko PMK Luncurkan Platform “Bijak Cerdas Ber-AI”